Logo
Al Ma'ruf. Bandungsari

Pencarian Populer

Pendaftaran Santri Jadwal Ngaji Bahtsul Masail Biografi Masyayikh Kitab Kuning

Rekomendasi Layanan dan Program

Kesantrian 5 menit baca

Haflah Akhirussanah dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW PP Al-Ma'ruf Bandungsari Berlangsung Khidmat

Tim Redaksi PPAM
Tim Redaksi PPAM

Super Admin • 23 Sep 2023

|
Haflah Akhirussanah dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW PP Al-Ma'ruf Bandungsari Berlangsung Khidmat

Foto Habib Hamid Ba'agil

Bandungsari, 23 September 2023 — Pondok Pesantren Al-Ma'ruf Bandungsari menggelar rangkaian acara Haflah Akhirussanah sekaligus Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu, 23 September 2023. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Pondok Pesantren Putra Al-Ma'ruf Bandungsari tersebut berlangsung meriah dan penuh khidmat dengan dihadiri oleh santri, alumni, wali santri, serta para tamu undangan.

Berbagai rangkaian acara telah dipersiapkan dengan baik sejak sore hari. Kegiatan diawali dengan ziarah makam almaghfurlah KH Muhammad Nurul Huda Muslich yang diikuti oleh seluruh santri putra, alumni, dan wali santri sebagai bentuk penghormatan serta doa kepada beliau.

Semarak Shalawat Menyambut Acara Puncak

Menjelang malam hari, suasana pondok semakin ramai. Setelah pelaksanaan shalat Maghrib berjamaah, lantunan shalawat menggema dari grup rebana Asyiqul Musthofa yang membawakan berbagai qasidah dengan penuh kekhusyukan.

Acara resmi dimulai setelah shalat Isya berjamaah. Master of Ceremony (MC) membuka kegiatan dan membacakan susunan acara yang telah dipersiapkan.

Rangkaian pertama adalah prosesi Khataman Al-Qur'an bil Ghaib dan bin Nadzri. Para peserta khataman memasuki panggung dengan diiringi lantunan shalawat Sholli Ya Mannan. Suasana semakin khidmat ketika tabuhan rebana berpadu dengan suara vokalis yang membawakan shalawat dengan penuh penghayatan.

Setelah prosesi khataman selesai, acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kiai Tahajud Karim, salah satu masyayikh Bandungsari.

Sambutan Panitia dan Wali Santri

Sambutan pertama disampaikan oleh Ustadz Zeni Abdullah selaku wakil panitia.

"Terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah berkenan hadir pada malam hari ini. Tiada kata yang dapat kami sampaikan selain jazakumullahu khairan katsiran," ungkap beliau dalam sambutannya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan wali santri. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada dzuriyah pondok, para pengurus, serta seluruh ustadz yang telah mendidik putra-putri mereka dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

"Terima kasih kami haturkan kepada dzuriyah dalem, para pengurus, dan seluruh ustadz yang telah membimbing anak-anak kami dengan hati yang lapang sehingga mereka memiliki akhlak yang baik. Apabila anak-anak kami kurang dalam hafalan atau kurang memperhatikan pelajaran, kami mohon agar tetap sabar membimbing mereka. Kami hanya bisa menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala pengorbanan yang telah diberikan," tuturnya.

Pentas Qira'atul Kutub dan Pengumuman Juara

Acara kemudian dilanjutkan dengan Pentas Qira'atul Kutub yang dibawakan oleh para santri putra. Dalam kegiatan tersebut, para peserta diuji kemampuan memahami dan menjelaskan kitab yang telah dipelajari selama masa pendidikan.

Ajang ini menjadi sarana untuk mengukur hasil belajar sekaligus melatih mental para santri dalam menjawab pertanyaan dari dewan penguji di hadapan banyak peserta dan tamu undangan.

Setelah seluruh peserta tampil, panitia mengumumkan para juara dan santri berprestasi. Nama-nama terbaik dipanggil ke depan panggung untuk menerima penghargaan atas kerja keras dan kesungguhan mereka dalam menuntut ilmu.

Momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para orang tua dan keluarga yang turut hadir menyaksikan keberhasilan putra-putri mereka.

Mauidhoh Hasanah oleh Habib Hamid Baagil

Menjelang acara inti, para hadirin sempat menunggu kedatangan Habib Hamid Baagil yang masih terjebak kemacetan dalam perjalanan menuju lokasi acara.

Sambil menunggu, grup rebana Asyiqul Musthofa terus melantunkan shalawat sehingga suasana tetap hidup dan penuh keberkahan.

Setelah beberapa waktu, Habib Hamid Baagil akhirnya tiba dan langsung menyampaikan mauidhoh hasanah kepada seluruh hadirin.

Beliau membuka tausiyah dengan doa:

"Berkat peringatan Maulid Nabi dan Haflah malam ini, semoga seluruh hajat kita dikabulkan oleh Allah SWT. Semoga Allah memberikan bukti cinta kita kepada Rasulullah SAW dan menutup usia kita dengan husnul khatimah."

Dalam tausiyahnya, Habib Hamid mengajak seluruh hadirin untuk memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

"Barang siapa membaca shalawat seratus kali, maka Allah akan memberikan kemudahan dan mengabulkan berbagai hajatnya. Karena itu, perbanyaklah membaca shalawat dalam keadaan apa pun," dawuh beliau.

Beliau juga menyampaikan dengan penuh canda:

"Shalawat adalah dagangan yang pasti untung. Shalawat pasti diterima oleh Allah SWT. Tadi saya sengaja datang terlambat supaya kalian lebih banyak membaca shalawat."

Candaan tersebut langsung disambut gelak tawa para hadirin.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa shalawat merupakan salah satu amalan yang dapat menjadi jalan keluar dari berbagai persoalan kehidupan.

"Ketika hati terasa sempit, perbanyaklah shalawat. Ketika memiliki banyak persoalan, perbanyaklah shalawat. Apa pun masalahnya, shalawat adalah salah satu solusinya," imbuh beliau.

Kisah Keutamaan Shalawat

Dalam mauidhohnya, Habib Hamid juga menceritakan sebuah kisah tentang seorang fakir yang terlilit hutang hingga harus dipenjara. Dengan penuh keyakinan kepada Rasulullah SAW, ia bersama istrinya memperbanyak membaca shalawat sepanjang malam.

Melalui sebuah mimpi, Rasulullah SAW memberikan petunjuk yang kemudian menjadi sebab pelunasan hutang orang tersebut. Kisah itu disampaikan sebagai motivasi agar umat Islam semakin yakin akan keutamaan dan keberkahan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Membuktikan Cinta kepada Rasulullah SAW

Menjelang akhir tausiyah, Habib Hamid mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, khususnya di bulan Maulid.

Menurut beliau, kecintaan kepada Nabi tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan dengan menghidupkan sunnah-sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari.

"Mulailah dari hal-hal kecil, seperti makan dan minum dengan tangan kanan, masuk masjid dengan kaki kanan, masuk kamar mandi dengan kaki kiri, serta berbagai adab lainnya yang diajarkan oleh Rasulullah SAW," jelas beliau.

Beliau menutup mauidhohnya dengan pesan yang menyentuh hati:

"Mengapa kita harus mencintai Nabi Muhammad SAW? Karena apabila kita mencintai beliau, maka Rasulullah SAW akan membela urusan kita di dunia maupun di akhirat kelak."

Penutup

Rangkaian Haflah Akhirussanah dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW PP Al-Ma'ruf Bandungsari berlangsung dengan lancar, penuh khidmat, serta sarat akan nilai-nilai keilmuan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Semoga seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan membawa keberkahan bagi Pondok Pesantren Al-Ma'ruf Bandungsari, para santri, alumni, wali santri, dan seluruh masyarakat yang hadir.

Semoga bermanfaat.

Tags: #Kesantrian
Author
Tim Redaksi PPAM

Super Admin

Tim Redaksi PPAM merupakan tim publikasi dan dokumentasi resmi Pondok Pesantren Al-Ma'ruf Bandungsari yang bertugas menyajikan informasi, berita, dokumentasi kegiatan, serta berbagai perkembangan pesantren secara akurat, informatif, dan inspiratif. Melalui media ini, Tim Redaksi PPAM berkomitmen menjadi jembatan informasi antara pesantren, santri, alumni, dan masyarakat luas.

Komentar 0

Silakan login untuk ikut berdiskusi.

Login Member

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!