Logo
Al Ma'ruf. Bandungsari

Pencarian Populer

Pendaftaran Santri Jadwal Ngaji Bahtsul Masail Biografi Masyayikh Kitab Kuning

Rekomendasi Layanan dan Program

Kujungan 4 menit baca

Kunjungan Lora Ismael Al-Kholilie Ke Pondok Pseantren Al-Ma'ruf

Tim Redaksi PPAM
Tim Redaksi PPAM

Super Admin • 15 Dec 2023

|
Kunjungan Lora Ismael Al-Kholilie Ke Pondok Pseantren Al-Ma'ruf

Dokumentasi masa acara

Bandungsari, 15 Desember 2023 — Suasana Pondok Pesantren Al-Ma'ruf Bandungsari pada Jumat malam (15/12/2023) terasa istimewa dengan kehadiran dua ulama muda, yaitu KH Ismail Amin Kholili dan KH Risqi Al Mubarak. Kedatangan beliau berdua berlangsung pada pukul 19.30 WIB dan menjadi kejutan bagi seluruh keluarga besar pondok karena informasi kedatangan tersebut diterima secara mendadak.

Meski persiapan penyambutan dan dekorasi dilakukan dengan sederhana, hal tersebut tidak mengurangi kekhidmatan maupun kelancaran acara. Dalam sambutannya, pengurus pondok berharap kehadiran kedua tamu mulia tersebut dapat menjadi motivasi bagi para santri dalam menuntut ilmu.

"Semoga dengan kehadiran Lora Ismail dan Gus Risqi dapat memotivasi kalian dalam thalabul ilmi. Ikutilah jejak mereka dalam mencari ilmu sehingga kelak dapat menjadi panutan bagi masyarakat," demikian pesan yang disampaikan kepada para santri.

Para ulama juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang baik sebagaimana dalam dawuh:

وَاصْحَبْ ذَوِي الْمَعْرُوفِ وَالْعِلْمِ وَالْهُدَى

"Bersahabatlah dengan orang-orang baik, berilmu, dan mendapatkan petunjuk dari Allah SWT."

وَجَانِبْ وَلَا تَصْحَبْ هُدِيتَ مَنِ افْتَتَنْ

"Dan jauhilah serta jangan berteman dengan orang yang telah terfitnah oleh gemerlap dunia."

Sosok KH Ismail Amin Kholili

Dalam kesempatan tersebut, Agus Alauddin Najih memperkenalkan KH Ismail Amin Kholili kepada seluruh santri. Beliau merupakan guru dari Gus Ghiyast ketika menimba ilmu di Sarang. Hubungan emosional yang erat dengan Gus Ghiyast menjadi salah satu alasan beliau menyempatkan diri berkunjung ke PP Al-Ma'ruf Bandungsari di tengah padatnya agenda dakwah yang telah dijalani selama beberapa hari.

Beliau juga menyampaikan bahwa prestasi dan kealiman seorang murid tidak lepas dari bimbingan guru-gurunya. Oleh karena itu, para santri diajak untuk menghormati dan mengambil berkah ilmu dari para masyayikh.

Walaupun dalam kondisi lelah setelah menjalankan berbagai kegiatan dakwah, KH Ismail Amin Kholili tetap memberikan motivasi yang penuh semangat kepada para santri.

Dua Problem Utama Santri Masa Kini

Dalam tausiyahnya, KH Ismail Amin Kholili menyampaikan dua permasalahan yang banyak dialami oleh santri pada zaman sekarang.

1. Krisis Percaya Diri

Menurut beliau, banyak santri yang merasa minder atau kurang percaya diri karena statusnya sebagai santri. Padahal, menjadi santri merupakan sebuah kebanggaan dan kemuliaan.

"Ilmu agama bukanlah ilmu yang sembarangan. Karena itu nilainya sangat mahal. Menjadi thalibul ilmi juga bukan gelar yang biasa," tutur beliau.

2. Krisis Kesabaran

Beliau juga menyoroti rendahnya kesabaran generasi muda saat ini. Banyak anak muda yang tidak menikmati proses dan cenderung mengikuti keinginan nafsu secara instan.

Untuk mengendalikan hawa nafsu, beliau menganjurkan agar amalan-amalan sunnah dibiasakan dan dijaga secara istiqamah. Salah satu contohnya adalah membiasakan membaca Al-Qur'an setiap hari.

"Nafsu lebih ganas daripada tujuh puluh setan. Karena itu harus dijinakkan dengan membiasakan amal-amal kebaikan," pesan beliau.

Motivasi dari Gus Risqi Al Mubarak

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari KH Risqi Al Mubarak, putra pertama KH Taufiqul Hakim sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Amtsilati Jepara.

Dalam penyampaiannya, Gus Risqi menjelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat dua unsur utama, yaitu:

  1. Nafsu

  2. Ruh

Beliau menjelaskan bahwa ruh harus senantiasa diberi makanan berupa berbagai amal kebaikan seperti membaca Al-Qur'an, mengkaji kitab, shalat berjamaah, dan ibadah lainnya.

Sebaliknya, nafsu mendapatkan kekuatan dari perilaku-perilaku buruk seperti ghibah, berlebihan dalam makan, malas beribadah, dan berbagai perbuatan yang menjauhkan diri dari Allah SWT.

"Apabila ruh terus diberi makanan berupa kebaikan, maka nafsu akan melemah dan seseorang akan lebih ringan dalam menjalankan ibadah wajib maupun sunnah," jelas beliau.

Nasihat tersebut menjadi motivasi berharga bagi seluruh santri agar senantiasa memperkuat ruhani dan meningkatkan kualitas ibadah.

Shalawat Ilmi sebagai Oleh-Oleh untuk Santri

Menjelang akhir acara, diadakan sesi tanya jawab antara santri dengan KH Ismail Amin Kholili. Suasana semakin hangat ketika beliau menawarkan "oleh-oleh" kepada seluruh santri.

"Siapa yang mau oleh-oleh?" tanya beliau.

Sontak para santri menjawab serentak sambil mengacungkan tangan.

Namun oleh-oleh yang dimaksud bukanlah makanan atau barang, melainkan sebuah amalan berupa Shalawat Ilmi, yang dinukil dari Syaikhona KH Kholil Bangkalan.

Berikut bacaan shalawat tersebut:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَجْعَلُنَا بِهَا مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا وَتَحْشُرُنَا بِعِبَادِكَ الصَّالِحِينَ فِي دُنْيَانَا وَأُخْرَانَا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Beliau menganjurkan agar shalawat tersebut dibaca sebanyak tujuh kali sebelum mengaji atau tujuh kali setiap malam. Jika belum mampu, minimal dibaca satu kali setiap malam.

Adapun faidah yang diharapkan dari amalan tersebut adalah:

  1. Menjadi pribadi yang alim lahir dan batin.

  2. Dikumpulkan bersama orang-orang saleh di dunia dan akhirat.

  3. Mendapatkan futuh (kemudahan dan keberkahan) dalam berbagai kebaikan.

Penutup

Kegiatan silaturahim dan motivasi bersama KH Ismail Amin Kholili dan KH Risqi Al Mubarak berlangsung dengan penuh kehangatan serta memberikan banyak pelajaran berharga bagi seluruh santri PP Al-Ma'ruf Bandungsari.

Semoga nasihat, motivasi, dan amalan yang telah disampaikan dapat tertanam dalam hati para santri, menambah semangat dalam thalabul ilmi, serta membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Al-Ma'ruf Bandungsari.

Semoga bermanfaat.

Author
Tim Redaksi PPAM

Super Admin

Tim Redaksi PPAM merupakan tim publikasi dan dokumentasi resmi Pondok Pesantren Al-Ma'ruf Bandungsari yang bertugas menyajikan informasi, berita, dokumentasi kegiatan, serta berbagai perkembangan pesantren secara akurat, informatif, dan inspiratif. Melalui media ini, Tim Redaksi PPAM berkomitmen menjadi jembatan informasi antara pesantren, santri, alumni, dan masyarakat luas.

Komentar 0

Silakan login untuk ikut berdiskusi.

Login Member

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!